Cara Mudah Merancang Kuesioner (1)


Pernahkah Anda diminta untuk mengisi sebuah kuesioner? Saya pernah. Di sebuah restoran, saat sang pramusaji memberikan bill kepada saya, ia juga sekaligus memberikan kuesioner singkat untuk saya isi. Pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner itu seputar pelayanan restoran. Antara lain, apakah makanannya enak, apakah pelayannya memberikan pelayanan yang baik, bersihkah restoran tersebut dan lain-lain. Bila saya mengisi kuesioner saat itu juga, saya diberikan voucher diskon untuk kunjungan berikutnya.

Di beberapa hotel yang saya sempat menginap, juga disediakan kuesioner yang diselipkan di meja. Manajemen hotel berharap tamunya mengisi kuesioner tersebut sebagai bahan masukan bagi pelayanan hotelnya. Walaupun pihak manajemen tidak menjanjikan suvenir apapun, saya selalu tergerak untuk mengisinya. Saya selalu memperhatikan bagaimana mereka membuat kuesioner, apa saja yang menjadi perhatian mereka untuk ditanyakan dan cara mereka mengemas kuesioner.

Biasanya kuesioner semacam ini umum ditemukan di tempat-tempat yang memberikan atau menjual jasa/service seperti restoran, hotel dan Rumah Sakit. Mereka butuh masukan berkala dari user langsung, dimana data tersebut akan diproses sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Buat Anda yang belum pernah membuat kuesioner, tidak perlu khawatir. Hal itu sangatlah mudah. Well, bisa mudah bisa juga sukar. Namun, apabila Anda telah menguasai cara merancang kuesioner, saya yakin membuat pertanyaan itu tidaklah sukar. Mudah. Tak ada yang sukar, selama Anda berkeinginan mempelajarinya. Bukan begitu?

Dalam penelitian yang menggunakan data primer, lembaran pertanyaan atau kuesioner berperan penting sebagai alat pengumpul data. Kesalahan dalam merancang kuesioner berakibat fatal dalam penelitian. Kenapa? Karena kuesioner-lah yang akan menangkap informasi dari responden (sampel). Ketika Anda salah membuat pertanyaan atau pertanyaan dalam penelitian Anda kurang memadai, sudah pasti, besar kemungkinan Anda kehilangan informasi terkait dalam penelitian Anda. Jadi, supaya Anda tidak perlu mengulang mencari responden lagi untuk memenuhi informasi yang masih kurang atau tidak tertangkap melalui kuesioner Anda yang pertama, pada bagian ini sebaiknya Anda meluangkan waktu lebih lama, demi untuk mempersiapkan kuesioner yang benar-benar matang. Baca kembali kuesioner yang telah Anda buat, pikirkan seperti apa pengolahan data yang akan dilakukan dengan kuesioner tersebut sampai Anda merasa mantab, baru kemudian menyebar kuesioner kepada responden. Oleh sebab itu, mau tak mau, senang atau tidak, Anda harus benar-benar menguasai teknik-teknik merancang kuesioner.

Bagian ini, saya akan pandu Anda merancang kuesioner dari tahap demi tahap dengan contoh-contoh sederhana. Saya harap Anda memperhatikannya dengan baik. Mari kita mulai saja!

Dalam merancang kuesioner Anda akan mempelajari dua hal penting yaitu teknik merancang  dan struktur kuesioner. Teknik merancang kuesioner sendiri terkait erat dengan acuan menyusun pertanyaan dalam kuesioner, rancangan kuesioner, jenis pertanyaan, skala yang digunakan dan tahapan membentuk pertanyaan. Sedangkan, struktur kuesioner terkait erat dengan dasar pengelompokkan pertanyaan dan tata cara menyusun pertanyaan.

Mari kita bahas satu per satu.

Teknik Merancang Kuesioner

Kemudahan membuat pertanyaan dalam kuesioner tentu saja tergantung pada acuan kuesioner. Tanpa acuan yang jelas, pertanyaan-pertanyaan kuesioner terlalu meluas, bertele-tele, dan boleh jadi, sangat tidak efektif, dan tidak menjawab penelitian Anda. Oleh karena itu, acuan penelitian harus jelas dan tepat.

Agar acuan penelitian jelas dan tepat, maka sebelum mendesain pertanyaan, Anda perlu memahami betul tujuan penelitian. Tujuan penelitian inilah yang harus tercakup dalam pertanyaan Anda. Selain tujuan, Anda juga harus paham indikator yang ingin Anda peroleh dalam penelitian. Dari indikator inilah, bayang-bayang mengenai bentuk pertanyaan mulai jelas. Kemudian Anda juga harus membuat rancangan tabel analisis (dummy table).

Apa itu rancangan tabel semantara (dummy Table)? Dummy table sederhananya yaitu tabel yang akan kita peroleh dari hasil penelitian kita. Masih bingung? Tunggu tulisan saya selanjutnya!!!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s